Saya sedang merasa tidak nyaman. Saya ibaratkan, saya sedang duduk di sebuah taman, tapi ada seseorang membawa karung. Karung itu bergerak tapi tak sedikitpun bersuara. Apa itu bayi? Apa itu anak alien? Apa itu bom bergerak? Saya benar-benar takut itu sesuatu yang mengancam saya. Tapi lama kelamaan, karung itu bersuara “miaw..miaww..” Saya tersentak, namun sedkit lega, karung itu berisi kucing. Orang yang duduk di samping saya itu tersenyum, ia mengeluarkan kucing itu perlahan. Kali ini saya benar-benar merasa lega.
Mengapa dalam karung? Kenapa tak menaruhnya di kardus terbuka agar tidak membuat orang lain curiga dan tidak nyaman?
Kucing itu normal dan biarkan kucing menjadi wajar saja. Mengapa harus menutupi sesuatu yang kau anggap benar? Kau memaksa kami berbuat jahat padamu. Kau membuat kami curiga.
Lalu mengapa harus kau tutupi itu? Tanya lagi dirimu. Saya tak mau menerka apapun.
Terutama saya, saya selalu mencoba jalani hidup dengan wajar, normal dan apalagi kata-kata yang sepadan dengan itu. Saya melakukan apa yang harus saya lakukan dan yang ingin saya lakukan dan pastinya harus sesuai dengan tatanan yang berlaku di masyarakat dan tidak membuat Tuhan saya murka sedikitpun. Intinya, saya selalu ingin berkelakuan baik, normal, dan membuat orang sekitar saya nyaman.
Mari introspeksi diri.
0 comments:
Poskan Komentar