Sudah setahun ibu saya mengidap penyakit hipertiroid. Awalnya dari mata yang membelalak, ibu saya langsung ke dokter mata, ternyata kata dokter mata ga ada masalh apa-apa di mata ibu saya. Dokter mata langsung merujuk ke dokter syaraf dan kata dokter syaraf, semua syaraf di wajah ibu saya bagus dan baik-baik saja. Akhirnya, kembali ke dokter umum dan dokter umum menyarankan untuk cek darah. Dari cek darah itu langsung ketauan kadar hormon tiroid ibu saya jauh dari angka normal.
Dari namanya sepertinya biasa, tapi hipetiroid ini sebuah kondisi kelebihan hormon tiroid dalam tubuh yang membuat tiroid tersebut tidak lagi bekerja sebagaimana fungsinya tetapi malah menjadi racun dalam tubuh. Perlu diketahui juga, hipertiroid ini bisa terjadi akibat kelenjar tiroid yang terinfeksi, tumor dan kondisi kelenjar tiroid yang abnormal. #kayanya ga berwenang ngejelasin yang ini XD
Saya juga belum tau kenapa bisa kelenjar tiroid bisa terinfeksi, tapi menurut literatur, pola hidup yang ga sehat bisa jadi salah satu pemicunya. Kalau dirunut bagaimana gaya hidup saya, ibu saya ga pernah aneh-aneh tuh. Ga minum alkohol, begadang apalagi 'ngobat'. Setau saya lagi, keluarga ibu saya juga ga ada yang punya organ tiriod bermasalah.
Hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam's apple. Kelenjar membungkus sekeliling saluran udara (trachea) dan mempunyai suatu bentuk yang menyerupai kupu-kupu yang dibentuk oleh dua sayap (lobes) dan dilekatkan oleh suatu bagian tengah (isthmus). Fungsinya untuk metabolisme dan sebagai hormon pertumbuhan #coba buka-buka buku biologi SMA-nya :D
Gejala umumnya, detak jantung yang menigkat, mata yang membelalak, kehilangan bobot tubuh, kelenjar gondok membengkak, kelainan pada mata dan ujung jari gemetar. Gejala umum ini persis yang dialami ibu saya, kecuali jari gemetar (atau saya kurang merhatikan). Ibu saya harus berkunjung ke dokter sebulan sekali dan harus terus-terusan minum obat. Sebetulnya, obat itu bukan untuk menyembuhkan infeksi di kelenjar tiriod itu supaya ga memproduksi hormon secara berlebihan, tapi untuk menetralisir hormon tersebut supaya tetep dalam kadar normal. Kalo pembengkakkan tiroidnya sudah terlalu parah, jalan lain selain obat adalah operasi. Tapi jalan ini juga ga bisa menyembuhkan secara total, tapi juga adakalanya penyakit ini kambuh.
Ibu saya sih masih bisa melakukan aktifitas normalnya, tapi kadang keluhan-keluhan matanya yang cepat lelah bikin saya jadi kasihan. Belum lagi keluhan-keluhan badan yang sering sakit. Menurut dokter spesialis EMD-nya (edokrin metabolik diabetes), hormon tiroid yang berlebihan di badan ibu saya itu sudah "memakan banyak" kalsium dalam tubuh.
Kalo waktu itu saya liat diberita, orang usia 2o tahun yang mengidap hipotiroid. Dia kekurangan hormon untuk pertumbuhannya, maka badannya kecil kaya bayi. Kasus ini memang jarang terjadi. Tapi lain hal dengan hipertiroid, hipertiroid merupakan kasus penyakit hormon terbanyak kedua setelah diabetes di Indonesia. Maka dari itu setiap orang perlu waspada dengan penyakit seumur hidup ini.
Klik sini untuk tau hipertiroid lebih lanjut:
Informasi Tentang Penyakit Hipertiroid
Jaga kesehatan yuk!
0 comments:
Poskan Komentar